Minke.id – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) berhasil mengembangkan dashboard keuangan berbasis Microsoft Excel yang secara nyata membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mencatat transaksi, menganalisis data penjualan, hingga mengambil keputusan bisnis yang lebih cepat dan akurat.
Inovasi ini dipamerkan dalam pameran riset mahasiswa Polinema yang mengusung tema pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi sederhana namun berdampak besar.
Salah satu proyek unggulan dikembangkan oleh Ainul Adha Mardiah, mahasiswa Program D4 Keuangan semester akhir. Ainul merancang sistem Dashboard System berbasis Excel untuk Warung Bu Warni, sebuah UMKM lokal yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan data penjualan dari berbagai platform online dan pengelolaan stok barang.
“Sebelumnya, data keuangan warung tidak divisualisasikan secara real-time, menyulitkan pengambilan keputusan,” jelas Ainul saat diwawancarai di booth pameran.
Dengan menggunakan pendekatan Rapid Application Development (RAD), sistem ini menghadirkan fitur pemantauan penjualan harian, manajemen stok barang, dan analisis performa keuangan. Evaluasi menunjukkan sistem ini dinilai 100% layak oleh ahli dan 84% tingkat kepuasan pengguna dari kalangan pelaku UMKM.
Inovasi serupa juga dikembangkan oleh Yosefine, mahasiswa D4 Keuangan semester 8. Yosefine menciptakan Dashboard Keuangan untuk UMKM Mel Kitchen dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami oleh pelaku UMKM yang belum terbiasa mencatat keuangan secara digital.
Menggunakan metode Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate (ADDIE), sistem ini mengintegrasikan pencatatan penjualan, pengeluaran, kas tunai, dan stok bahan baku dalam satu file Excel yang mudah dioperasikan. “Pelaku UMKM langsung bisa menggunakan sistem ini hanya dalam dua hari sosialisasi,” ungkap Yosefine.
Ketua Program Studi D4 Keuangan Polinema, Dr. Aang Afanda, SE, MM, menyampaikan bahwa riset-riset ini merupakan bagian dari misi besar kampus untuk mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin membuktikan bahwa riset mahasiswa tidak hanya berhenti di meja akademik, tetapi bisa langsung dipakai di lapangan,” ujarnya. Ia menambahkan, dashboard keuangan ini telah digunakan di berbagai UMKM sektor kuliner dan desa wisata seperti Ngadas.
Sistem dashboard keuangan yang dikembangkan mahasiswa tidak hanya menyajikan angka, tapi juga menyertakan visualisasi yang memudahkan pemilik usaha memahami performa usahanya secara menyeluruh. “Pelaku UMKM bisa langsung tahu produk mana yang paling laku, kapan harus restok, dan bagaimana kondisi keuangan harian mereka,” pungkas Aang.
Beberapa karya terbaik mahasiswa bahkan tengah dikurasi untuk mendapatkan dukungan pendanaan lanjutan dari dosen dan mitra eksternal.


